Dunia teknologi hari ini tidak lagi bisa diselesaikan sendirian. Untuk melahirkan sebuah produk inovatif yang memiliki nilai guna nyata, kita membutuhkan paduan kompetensi dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda.
Dalam komunitas One Technology (OneTech), kami menerapkan budaya kerja layaknya "mini startup". Konsep ini menggabungkan mahasiswa dari jurusan Informatika (untuk rekayasa kode), Sistem Informasi (untuk analisis proses bisnis), DKV (untuk merancang UI/UX), hingga Manajemen dan Akuntansi (untuk strategi peluncuran produk dan pengelolaan operasional).
Tantangan terbesar dalam kolaborasi lintas jurusan adalah menyelaraskan komunikasi. Mahasiswa informatika terbiasa berpikir dengan istilah teknis seperti database schema atau REST API, sementara mahasiswa DKV lebih fokus pada visual hierarchy dan user empathy. Di sini, mahasiswa Sistem Informasi berperan sebagai jembatan yang menyelaraskan bahasa teknis menjadi kebutuhan fungsional produk.
Dengan bekerja dalam tim kolaboratif, mahasiswa tidak hanya belajar cara menulis kode atau menggambar layout, melainkan belajar bagaimana memecahkan masalah nyata secara komparatif. Ini memberikan bekal pengalaman kerja nyata sebelum mereka lulus kuliah.
"Kolaborasi sejati terjadi ketika kita berhenti memikirkan batasan jurusan kita, dan mulai berfokus sepenuhnya pada masalah apa yang ingin kita selesaikan bersama."
Membangun startup di tingkat mahasiswa bukan tentang mendirikan perusahaan bernilai miliaran rupiah besok pagi, melainkan tentang membangun pola pikir kolaboratif, tangguh, dan peka terhadap solusi teknologi di sekitar kita.






