Sebagus apa pun kode program di sisi backend, sebuah produk teknologi akan ditinggalkan pengguna jika mereka kebingungan saat pertama kali membuka aplikasi. Desain bukan sekadar tentang estetika warna, melainkan tentang bagaimana produk tersebut bekerja.
Dalam merancang UI/UX di OneTech, kami selalu mengawali proses dengan riset pengguna (user research) untuk memahami persona dan rasa frustrasi mereka. Kami menerjemahkan temuan riset menjadi wireframe kasar, yang kemudian dielevasi menjadi prototipe fidelitas tinggi di Figma menggunakan kerangka kerja Design System yang terstandarisasi.
Design System sangat penting karena bertindak sebagai kompas konsistensi. Tombol, warna, spasi, dan font didefinisikan secara rapi di Figma dan diselaraskan ke dalam variabel CSS Tailwind. Ini memastikan bahwa developer dapat mengimplementasikan desain secara presisi tanpa perlu menerka-nerka ukuran atau warna.
Prinsip kegunaan (usability) dan aksesibilitas (a11y) selalu diprioritaskan. Kami memastikan kontras warna memenuhi standar WCAG AAA, target ketuk tombol cukup besar untuk layar mobile, dan alur navigasi terasa intuitif bagi seluruh kelompok pengguna.
"Desain yang baik adalah desain yang kasatmata. Pengguna tidak akan memuji keindahan tombol jika mereka bisa menyelesaikan tugas mereka tanpa hambatan."
Fokus pada user experience adalah investasi terbaik untuk menjamin retensi pengguna jangka panjang dan meminimalisir biaya perbaikan bug/flow di kemudian hari.






